Malam Tahun Baru di Monas

Masih nyambung perjalanan gue ke Bandung tanggal 31 Desember 2008. Namun bukan di Bandung tapi di Jakarta. Sekalian habisin stok foto-foto gue.

Kereta api Parahyangan sudah hampir sampai di Stasiun Gambir. Bisa tahu karena Monas-nya sudah kelihatan. Ketika kereta tepat berada di atas Kedubes Amerika Serikat, terlihat jalanan yang menuju Monas SANGAT PADAT. Benar-benar nggak bisa jalan. Jangankan mobil atau motor, ketika gue mau nyeberang saja susahnya bukan main. Gue kayak berada dilautan motor dan mobil. Gila, serem banget. Jalan diseberangnya saja sampai nggak kelihatan. Pengen ngambil foto tapi takut nanti dicopet.

Lolos dari Gambir gue rencananya mau jalan kaki sampai bunderan HI. Iseng saja pengen lihat kondisi Jakarta pas tahun baru. Walaupun masih capek. Kesimpulannya, RAMAI BANGET! Sepanjang jalan tuh penuh. Dari Bunderan HI sampai Monas macet total.

Sesampai di Wisma Nusantara terlihat ada yang mau syuting Apa Kabar Indonesia Malam. Sebenernya pengen mendekat tapi kayaknya susah. Nanti malah ditangkap sama satpamnya. Padahal pengen ngelihat mbak Tina Talisa nyanyi (secara langsung). hi hi hi.

Ya sudah abis itu langsung menuju ke Bunderan HI. Kelihatannya ada kru Transcorp (Trans TV dan Trans|7) yang sudah stanby disana. Berharap ada Metro TV atau tvOne. Tapi ternyata nggak ada. Pas gue mendekat sambil lihat kiri-kanan, siapa tahu ada reporter terkenal, ternyata yang gue cari nggak ada. Yang ketemu malah si Unyil. Hayah!

Kru Trans|7

Kru Trans|7


Ambil beberapa foto si Unyil habis itu pulang. Dah ngantuk euy. Untungnya masih ada bis yang menuju ke Blok M. Pengen naik Busway tapi katanya khusus tanggal 31 Desember 2008, hanya sampai jam 19.00.

Unyil

Unyil