01 Jan 2009
by Audiin Curhat Tags: 2009, capek, tahun baru
Sebenernya pengen langsung di post kesini kejadian kemarin. Tapi alamak… capek banget (tapi asik!). Kaki gue berasa mau putus. hehe. Nanti sore saja deh bikinnya. Lagian foto-fotonya belum gue transfer ke kompi juga. Tapi yang pasti, gue nggak ketinggalan kereta apinya lho kemarin! Ha ha ha!
O iya, hampir kelupaan…
SELAMAT TAHUN BARU 2009!
See you later alligator..
29 Dec 2008
by Audiin Curhat Tags: gaza, hijriah, israel, palestina, tahun baru

Selamat tahun baru! Sejujurnya, nggak berasa kalau hari ini adalah tahun baru 1430 Hijriah. Soalnya tahun baru kali ini berdekatan dengan tahun baru 2009 Masehi. Apalagi tahun baru (Masehi) kali gue punya rencana yang membuat gue menunggu-nunggu hari H tersebut. Jadi tahun baru kali ini gue nggak dirumah. Hore!
Apa sih tahun Hijriah?
Yang gue tahu, tadinya, tahun Hijriah adalah peristiwa ketika Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah yang kemudian dijadikan patokan tahun pertama perhitungan Kalender Hijriah. Dan tadi gue iseng-iseng browsing ke Wikipedia dan menemukan info yang baru buat gue. Tapi mungkin kalian sudah tahu. Ternyata Kalender Hijriah itu perhitungannya berdasarkan peredaran bulan. Kalau Masehi kan berdasarkan peredaran matahari. Kalau tahun Hijriah berjumlah 354 hari sedangkan Masehi 365 hari. Makanya, ketika kalender di rumah menggunakan kalender Masehi, terlihat sepertinya hari-hari besar seperti Idul Fitri, Idul Adha, Tahun Baru dan lain-lain sepertinya berpindah-pindah terus.
Geram
Tapi tahun baru kali ini nggak terlalu bikin gue senang. Tadinya sih senang banget. Gara-garanya nonton berita di Metro TV yang berisikan gambar-gambar hasil serangan Israel ke Jalur Gaza, Palestina. Yang bikin gue shock adalah ketika diperlihatkan gambar sebuah kantor polisi sehabis di bom, di halaman luarnya bergelimpangan polisi-polisi Palestina. Ada polisi yang kakinya terpisah. Trus ada polisi yang tergeletak dan masih sempat mengucapkan 2 kalimat syahadat. Bikin gue marah dan sedih.
Duh bingung juga mau nulis apa. Yang pasti sih gue sangat nggak setuju banget, APAPUN ALASANNYA, melakukan tindakan yang mengakibatkan orang-orang yang nggak berdosa menjadi korbannya. Dan ketidak setujuan ini nggak hanya kepada peristiwa ini saja tapi juga apa yang telah dilakukan oleh Hamas dengan rudal-rudalnya.
Yang pasti, rencananya gue mau nyumbang uang. Mungkin ke salah satu organisasi, seperti Mer-C, Kispa atau Bulan Sabit Merah. Tapi kayaknya sih ke Mer-C. Setidaknya ini yang bisa gue lakukan sebagai sesama manusia dan sesama saudara muslim.
26 Dec 2008
by Audiin Curhat Tags: gambir, tahun baru, tiket

Seperti yang sudah gue rencanakan kemarin. Hari ini gue menuju ke Gambir buat pesan tiket Parahyangan. Sempat berpikiran nggak bakalan dapat tiket. Tapi cuek aja lah. Hitung-hitung menikmati jalanan yang lengang yang jarang bisa dinikmati di hari biasa. Lagian, walaupun seandainya nanti nggak dapat tiket, beli tiket tanpa tempat duduk pun nggak akan jadi masalah. Sudah biasa sih dulu. hehe.
Sampai di Gambir, cukup kaget. Ternyata yang mengantri pesan tiket banyak buangett! Trus gue lupa bawa pulpen pula. Btw penting tuh bawa pulpen kalo mau pesen tiket. Dan keliatannya banyak juga yang nggak bawa pulpen. Soalnya banyak yang celingak-celinguk nyari orang yang bawa pulpen (termasuk gue). Lucu juga, hihihi. Akhirnya ada mbak-mbak berbaju pink yang megang pulpen sedang ngeliat layar monitor yang memperlihatkan sisa kursi yang tersedia. Langsung gue pinjem sama dia. Thanx ya mbak.
Setelah mengisi formulir pemesanan tiket, langsung gue ngantri. Cukup lama. Mungkin sekitar satu jam gue ngantri. Akhirnya sampai juga giliran gue yang mesen. Dag dig dug. Takut nggak dapet tiket. Apalagi gue pesen PP. Eh ternyata masih ada kursi yang kosong. Hore! Finally, I’ve got the ticket!
O iya, mungkin ada yang bertanya-tanya, kenapa gue ke Bandung pakai kereta api? Kan pakai bis lebih cepat. *walaupun nggak ada yang tanya, tetep gue jawab hehe* Ok, ini jawabannya:
- Sudah lama nggak naik kereta api kalau ke Bandung
- Kemungkinan Tol Cipularang bakalan macet
- Langsung sampai di Dago (ya setidaknya nggak jauh lah sama Dago). Kalau naik bis Primajasa kan harus turun di Terminal Leuwi Panjang yang lumayan jauh.
- Dan alasan yang paling besar adalah ternyata tiket kereta itu sekarang murah banget. Cuman Rp. 25 ribu! Kalau nggak salah, gue denger-denger naik bis Primajasa harganya Rp. 60 ribuan.
Itu dia alasannya. Hehe. Maklum OGI. 
Dibawah ini ada beberapa foto suasana di loket pemesanan tiket Gambir.


Saat menulis blog ini, gue sambil nonton TV. Tadinya nonton “Superman Return”. Eh ternyata garink banget. Akhirnya nonton filmnya Arnold Schwarzenegger “Jingle All The Way”.
Recent Comments