Plurk, Kok Nggak Asik?

Plurk

Seperti judul diatas, gue kok merasa Plurk-ing itu nggak mengasyikkan. Padahal terkenal banget lho. Sepertinya tiap blogger di Indonesia sebagian besar punya account di Plurk. Tapi buat gue sendiri, rasanya biasa saja.

Penasaran, itu yang membuat gue pengen coba situs ini. Karena banyak blogger yang gue kunjungi yang menulis tentang ini di blognya. Setelah mencoba beberapa kali nge-Plurk kok biasa saja ya. Tidak seheboh yang diceritakan. Mungkin itu yang menjadi penyebabnya, ekspektasi yang tidak sesuai. he he.

Kayaknya, gue berencana buat tutup account gue di Plurk.

Ngomong-ngomong, sudah tahu kan apa Plurk itu? Jangan-jangan pada nggak tahu. Gue jelasin secara singkat deh, siapa tahu ada yang belum tahu.

Plurk itu adalah Mikroblog, yaitu sama seperti blog, tetapi dalam bentuk yang singkat. Yang biasanya berisi kurang dari 200 karakter. Plurk bisa disamakan seperti “status” yang ada di Facebook.

Ternyata Priyadi Asik Nge-Plurk

Sebenernya, gue sudah mau tidur dan nggak niat nge-blog (gara-gara Indonesia habis kalah oleh Thailand). Eh sebelum gue matiin komputernya, iseng ke blog Priyadi. Rencananya sih mau ngejunk disana buat promosiin blog hehe. Eh nggak tahunya ada komen #275 yang ngasih tahu kalo si Priyadi punya account Plurk dan aktif. Akhirnya ketahuan juga keberadaan beliau. Walaupun masih belum ketahuan alasan beliau nggak memperbaharui isi blognya tersebut (padahal sudah banyak yang nanyain).

Ya udah ah, cabut dulu. Tapi bingung, mau tidur atau nonton Duplex (Ben Stiller – Drew Barrymore)…