07 Aug 2009
by Audiin Curhat Tags: mos, ospek, plonco
Barusan gue baca salah satu tulisan di blognya Wimar Witoelar, Stop Kekerasan Berkedok Orientasi Studi!!. Pada intinya, gue sih setuju-setuju saja dengan SEBAGIAN BESAR yang ditulis disana. Tapi ada yang gue nggak setuju di 2 paragraf terakhir. Ini kutipannya:
Perlu diperhatikan, budaya kekerasan yang dipertahankan dalam Masa Orientasi Studi sangat beda dengan praktek perploncoan yang dulu (dan sekarang) pada organisasi mahasiswa local. Dalam tradisi perploncoan yang berkembang lama dalam sejarah kemahasiswaan, tujuan dan bentuk perploncoan ditekankan pada cobaan mental. Aspek fisik perploncoan dipakai untuk membuat peserta lebih peka terhadap tekanan mental sesaat, bukan membuat mereke menderita.
MOS yang umum dijalankan sekarang adalah laboratorium politik kekuasaan, dimana senior yang berkuasa melampiaskan nafsu primitive pada siswa yang terpaksa mengikuti program ini. Hentikan program ini, tangkap dan adili pelaku kekerasan, dalam MOS maupun dalam masyarakat luas Indonesia.
Gue memang nggak merasakan langsung perploncoan tahun 80-an atau tahun-tahun sebelumnya. Tapi kalau melihat film-film tahun 80-an yang kadang-kadang ditayangkan ditelevisi, yang ada adegan perploncoan, isi perploncoannya itu sama saja kok.
More
16 Jul 2009
by Audiin Curhat Tags: mos, ospek, roy aditya perkasa, sman 16

Heran, kejadian yang sama berulang lagi berulang lagi. Apa sih yang dipikirkan Menteri Pendidikan, Bambang Sudibyo dan juga para guru sehingga kejadian yang sama terulang lagi?
Kali ini yang menjadi korbannya adalah Roy Aditya Perkasa (16), siswa SMAN 16 Surabaya. Dia meninggal ketika sedang mengikuti acara MOS yang diadakan oleh sekolahnya.
Duh, sedih banget bercampur marah melihat nyokapnya Roy yang menangis menyaksikan anaknya yang sudah meninggal di rumah sakit.
Dari yang gue baca di berita online, memang tidak ditemukan adanya kekerasan fisik di tubuh Roy. Tapi hal seperti ini tidak hanya diakibatkan kekerasan fisik. Acara-acara seperti ini kan sangat menguras fisik dan mental. Apalagi mereka yang mengikuti acara seperti ini ditakut-takuti oleh para seniornya seperti yang pernah gue alami.
Bukan karena ada yang meninggal gue anti dengan MOS/OSPEK atau apapun lah namanya. Tapi gue memang benci yang namanya pelecehan ke orang lain atas nama senioritas, seperti yang dilakukan SMK ini. Gue sudah pernah merasakannya, dan rasanya tuh nggak enak! Makanya gue nggak pernah ikut-ikutan.
Tradisi TOLOL yang banyak negatifnya. Seharusnya PEMERINTAH, GURU, ORANG TUA dan MASYARAKAT dengan tegas menolak dan meniadakan acara seperti ini.
09 Feb 2009
by Audiin Curhat Tags: ospek
Barusan baca berita di detikcom
Mahasiswa ITB Tewas Saat Ikuti Ospek
Mahasiswa Institut Teknologi Bandung Dwi Yanto (22) tewas saat mengikuti kegiatan Ospek mahasiswa baru pada Minggu (8/2/2009). Belum diketahui secara pasti penyebab tewasnya mahasiswa asal Bekasi tersebut.
Kapolwil Priangan Kombes Pol Anton Charlian melalui pesan singkatnya kepada detikbandung mengatakan korban meninggal di Gunung Batu Desa Pagerwangi Kecamatan Lembang. “Korban meninggal saat sedang latihan giat Ospek mahasiswa baru ITB,” ujar Kapolwil melalui SMS-nya, Senin pagi (9/2/2009).
Selengkapnya…
Walaupun belum ketahuan penyebab meninggalnya mahasiswa tersebut dan juga walaupun nggak ada yang meninggal pun, gue nggak setuju dengan yang namanya Ospek. Ospek itu kebiasaan bodoh yang menurut gue hanya sebagai ajang untuk melecehkan orang lain dan memenuhi nafsu orang untuk dihormati oleh orang lain.
Gue sendiri sudah mengalami 2 kali Ospek, yaitu ketika SMU (di Al Azhar) dan kuliah (di Unpad). Memang di ospek itu ada kegiatan-kegiatan yang oke seperti dulu ketika ospek di Unpad ada simulasi bermain saham atau simulasi melakukan demo.
Tapi porsinya sangat kecil. Kebanyakan itu dibentak-bentak trus disuruh melakukan hal-hal yang aneh-aneh. Push up atau squat jump pasti didapat. Apalagi kalau ospeknya diluar kampus. Selain melakukan 2 hal tadi, ditambah kudu dilakukan sambil buka baju. Dan disana NGGAK ADA kegiatan yang bermanfaat. Yang parahnya lagi, gue harus mengeluakan uang untuk kegiatan tersebut!
Makanya setelah mengalami semua itu, walaupun gue nilai ospek di Unpad nggak separah di ITB, gue nggak pernah tertarik ikut jadi panitia ospek. Gue sudah pernah merasakan nggak enaknya diperlakukan seperti itu, makanya gue nggak mau melakukan hal serupa ke orang lain.
Lagian, ketika nonton film-film remaja Hollywood, yang melakukan hal-hal yang kayak gini ketika kuliah adalah klub-klub orang-orang bodoh yang suka pesta. Dan pastinya gue nggak mau disamakan dengan mereka.
Yang pasti gue nggak suka ospek, gue nggak suka bullying dan gue bukan tipe orang yang nafsu untuk minta dihormati oleh orang!
Recent Comments