Bandung Undercover: Masjid Salman ITB

Seri Bandung Undercover 2008: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7

Lokasi Masjid Salman ITB dengan Unpad nggak terlalu jauh. Cuma butuh sekitar 10 sampai 15 menit berjalan kaki. Setelah sampai disekitar Masjid Salman, sebelum sholat Dzuhur, gue menuju ke Bank Muamalat dulu buat nyumbang ke MER-C. Sehabis dari Bank, baru gue sholat di Masjid Salman. Pas dalam perjalanan tersebut ada anak kecil perempuan yang naik kuda. Kelihatannya senang banget. Serius gitu. hehe.

Btw memang dideket Masjid Salman ini, banyak penyewaan-penyewaan kuda. Tapi kayaknya khusus anak kecil. Soalnya kuda-kudanya itu pada kurus. Nggak tega kalau dinaikin sama orang dewasa. O iya, ada satu lagi. Ternyata di Bandung, pembajakan sudah marak lagi. Dulu sempat hilang pembajakan CD musik, CD program dan CD game.

Masjid Salman ITB

More

Bandung Undercover: Gedung Sate

Seri Bandung Undercover 2008: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7

Melanjutkan cerita sebelumnya. Setelah dari BIP rencananya gue mau makan. Jam menunjukkan jam 13.00an. Perut sudah keroncongan. Apalagi ngeliat orang yang lagi makan direstoran-restoran yang ada di sepanjang BIP.

Rencananya gue mau makan ke Nasi Bakar yang ada di belakang Gedung Sate. Kenapa gue mau makan disana? Soalnya tempat makan tersebut pernah masuk di acara Wisata Kuliner-nya Pak Bondan. Apalagi tempat itu juga mendapatkan predikat “maknyus” dari beliau. Dan sepertinya sih kelihatannya memang enak.

Berarti kalau mau ke Gedung Sate, rutenya adalah lewat jalan Juanda. Sepanjang jalan Juanda, seperti yang gue tonton di TV, macet! Tapi menurut gue nggak terlalu parah. Sejak dulu memang selalu macet jalan ini. Makanya kalau bawa kendaraan pribadi, gue nggak pernah lewat sini.

More

Bandung Undercover: The Mall

Seri Bandung Undercover 2008: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7

Akhirnya sampai juga di Bandung. Wah benar-benar berasa banget perbedaan cuaca disana dengan di Jakarta. Dingin euy! Seger banget rasanya.

Setelah turun dari kereta, langsung saja gue memutuskan buat menuju BEC. Seperti biasa, gue jalan kaki. Rutenya melalui Cicendo. Btw, waktu awal-awal kuliah di Unpad, gue pernah nge-kos deket-deket sini. Gue nge-kos di rumahnya temen SMU. Temen gue itu namanya Ginanjar. Letaknya itu tepat diseberang Sekolah Luar Biasa. Tadinya mau gue jepret tempatnya tapi berhubung lagi ramai, gue urungkan niat gue itu.

More

Bandung Undercover: Parahyangan

Seri Bandung Undercover 2008: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7

Huehue… judulnya aneh banget. “Menjurus-jurus” gitu. Maaf yaw. Sebenarnya sih isinya cuman menceritakan perjalanan gue ke Bandung tanggal 31 Desember 2008 kemarin. Perjalanan ke Bandung pertama kali sejak lulus kuliah di Unpad. Eh sebenarnya sih nggak yang pertama kali sih. Beberapa kali pernah juga ke Bandung, tapi waktu itu nggak sendirian. Dan itupun, beberapa kali ke Bandung karena ada acara keluarga. Jadi cuma bisa ngeliat tempat-tempat yang punya memori buat gue, dari dalam kaca mobil. huhuhu.

Ya udah, cukup prologue-nya. Jadi, hari Rabu kemarin (31/12/200 gue ke Bandung. Karena takut di tol Cipularang macet dan juga sudah lama nggak naik kereta api, gue memutuskan pergi kesana naik kereta api Parahyangan yang jam 08.30. Karena keretanya berangkat jam segitu, otomatis gue berangkat harus pagi-pagi. Untungnya pagi itu cuacanya cerah. Sedikit mendung tapi nggak ada tanda-tanda mau hujan. Gue suka cuaca kayak gini! Apalagi bonyok juga ada rencana mau ke Pasar Mayestik. Klop banget. Jadi gue bisa didrop di Al-Azhar Pusat. Terus nyambung naik Busway ke Gambir.

More

Nanti Pagi Ke Bandung

Nggak sabar menunggu pagi nih. Soalnya nanti pagi rencananya mau ke Bandung. Kali ini nggak naik bis, tapi naik kereta api ke Gambir. Naik kereta Parahyangan yang bisnis. Selain sudah lama nggak naik kereta api, saat ini harga tiket kereta api lebih murah (kayaknya) dari bis Primajasa. Dulu sewaktu masih kuliah, harga tiket kereta Rp. 20 ribu dan tiket bis Primajasa cuman Rp. 10 ribu. Tapi sekarang perbedaannya jauh. Kereta api Rp. 25 ribu dan bis Primajasa (kayaknya) diatas Rp. 50 ribu. Terakhir gue naik bis sih harganya Rp. 30 ribu (tahun 2004).

Jl. Juanda

Cihampelas



Nonton berita di Metro TV yang lagi meliput keadaan kota Bandung. Dan sepertinya keadaan diatas yang bakalan gue alami nanti. Macet macet dan macet. Tapi nggak apa-apa. Soalnya memang gue rencananya nggak mau naik angkot. Trus? Gue rencananya mo jalan kaki. Lagian gue sudah biasa dulu kemana-mana kalau di Bandung selalu jalan kaki.

Dah ah. Sekarang mau tidur dulu. Biar nggak telat bangun. Nggak lucu kan kalau besok sampai ketinggalan kereta. *tapi kayaknya itu bakalan lucu buat pembaca blog ini, hehe*

Selamat tidur!