Congratulations Guys!

Selamat ya!! Mudah-mudahan bahagia terus. Sampai tua, tetap jadi suami-istri. Harus gue akui, kalian pasangan yang serasi. Pengantin prianya cakep. Pengantin wanitanya seperti biasa, terlihat cantik. Pernikahannya pun indah. Bagus dan sangat romantis.

Walaupun telat dan nggak kasih ucapan secara langsung, ini tetap lebih baik daripada nggak sama sekali kan.

Bab lama sudah ditutup dan bab baru sudah dimulai. Buat kalian dan juga gue. Sekali lagi, SELAMAT!

Dan maaf buat semuanya ya, G.

Masuk Kotak

Selesai beres-beres semalam. Sebenarnya masih banyak lagi. Jaket, tas, kamera sampe no hape. Trus selanjutnya gimana? Buang? Masukin ke gudang? Kembalikan ke pemiliknya? Atau simpan dilemari biar gampang diambil kalau suatu waktu diperlukan?

Bingung…

Rasanya Seperti…

Pas pertama kali mendengar kabar itu, rasanya susah banget digambarkan. Mungkin salah satunya berasa bodoh banget.

Bodoh banget karena pada saat gue sudah berasa baikan dan gue mulai berharap lagi terhadap G, ternyata disaat yang sama, statusnya sudah berubah. Itupun gue baru tahu 2 tahun kemudian. Dan gue tahunya dari orang lain.

Apa susahnya sih kasih tahu ke gue? Tinggal telpon (kayak yang dilakukan waktu itu) atau sms.

Untung juga gue baru tahu 2 tahun kemudian. Apa yang terjadi kalau ternyata 5 atau 10 tahun gue baru dapat kabar ini? Dan pada saat itu gue masih menunggu dan menunggu.

Dan yang bikin gue berasa bodoh lagi adalah orang yang sekarang bersama G adalah orang yang dulu sering banget dia omongin ketika kita sedang ngobrol. Nama orang itu muncul terus. Tapi gue nggak curiga sedikit pun. Bodoh ya? Ha ha ha.

Apalagi sampai sekarang, gue sama sekali belum mendapat penjelasan dari dia. Penjelasan kenapa G memutuskan hal itu. Dulu gue diam saja karena gue nggak mau mempersulit dia. Soalnya gue bisa merasakan dia sedang mengalami kesulian pada waktu itu. Tapi tetap saja, gue masih penasaran karena belum mendengar dari mulutnya langsung.

Bodohnya…

Ternyata Gue, Bukan Dia

Dulu, dia pernah SMS ke gue dan ini sebagian potongan isinya:

…hti g da g ksh buat elo,g ga prnah minta kmbliin kan!tp g bner2 pgn brusaha lupain elo

Sewaktu membaca ini, dalam hati gue ketawa. Nggak percaya saja dengan yang gue baca. Gue yakin itu hanya emosi sesaat. Cepat atau lambat, dia pasti bakalan menemukan yang lain. Dan pada saat itu, dia mungkin akan berkata “Jawe, kayaknya gue pernah mendengar nama itu.”

Dan ternyata memang benar yang gue duga. Sekarang dia sudah punya kehidupan baru, ngapain juga ingat masa lalu. Seharusnya nggak masalah ya dia begitu. Normal-normal saja.

Tapi gue baru sadar, ternyata sebenarnya, gue yang sudah memberikan hati gue ke dia. Bukan sebaliknya. Karena ketika mendengar kabar-kabar baru tentang dia, rasanya sakit banget. Apalagi mengetahui kabar tersebut adalah berita basi aka berita lama aka berita usang.

Seperti orang bodoh. Ketika gue masih mengharapkan sesuatu bersama dia, disaat yang sama dia sedang berbahagia dengan yang lain. Benar-benar bodoh. Ha ha ha…

Selanjutnya, gue sendiri juga nggak tahu. Sudah 6 tahun. Berharap seandainya gue punya tombol “delete” yang bisa gue pencet untuk menghapus semua yang berhubungan dengan dia.

Protected: Sorry Say

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Protected: Last Short Messages

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Previous Older Entries