-
D’Cost
1
March 10th, 2010KulinerTadi gue iseng mencoba makan di restoran yang murah meriah, D’Cost (Bintaro). Awalnya sih gue rencananya mau makan ramen tapi nggak jadi.
Gue heran, kenapa ketika gue blogwalking, banyak yang kasih ulasan yang kurang bagus terhadap restoran ini? Karena setelah gue coba, semuanya okeh banget. Baik itu rasa makanannya, harga dan juga suasana restorannya.


Tadi gue memesan Cumi Saos Padang (Rp15.700), Tumis Kangkung Balacan (Rp5.700), Es Teh Manis (Rp500) dan Nasi (Rp1000). Enak dan murah! Jadi pengen mencoba yang lain. *inget diet, we!*
Sebenarnya tadi gue ngiler lihat orang pesan gurame goreng. Tapi kemarin, nyokap sudah bikin gurame juga. Jadi takutnya bosan, akhirnya gue memilih untuk memesan cumi saja.
Duh padahal gue kan lagi diet, kok malah akhir-akhir ini gue ngomongin makanan terus. Bisa jebol nih dietnya. Huheueheu..
Tags: d'cost, resto, restoran -
March 9th, 2010Kuliner
Gara-gara banyak yang mengulas tentang Ragusa Es Italia, gue jadi tertarik untuk datang kesini. Banyak yang bilang es krimnya enak, tanpa bahan pengawet dan suasananya yang jadul.
Tapi ada juga yang bilang kalau rasa es krimnya biasa saja, harganya mahal dan suasananya yang kelihatan lusuh. Jadi bingung. Sempat memutuskan untuk tidak jadi datang ketempat ini. Tapi akhirnya gue memutuskan untuk datang. Penasaran.
Tags: es krim, ragusa -
March 4th, 2010Kuliner
Huahuahua… pas makan siang tadi, gue diketawain sama teman-teman. Soalnya sushi yang gue pesan porsinya kecil banget. Seukuran jempol lah.
Tapi mang nggak heran juga sih. Soalnya harganya murah. Gue pesan Specy Salmon Maki yang harganya per porsi Rp15.000. Gue tertarik dengan salmonnya. Sayangnya setelah gue makan, nggak berasa rasa salmonnya.
Ini yang kedua kalinya gue makan sushi. Yang pertama di foodcourt Plasa Senayan. Dari kedua kali makan sushi, gue nggak menikmati makan sushi. Rasanya aneh. Tadinya gue kira gara-gara masakan di resto pertama nggak enak. Setelah gue coba di resto yang kedua, rasanya sama saja.

Minumnya gue pesan milk shake vanilla (Rp10.000). Cuma ini pesanan gue yang enak. Walhasil, sehabis makan disini, perut gue masih keroncongan.
Kayaknya ini bakal terakhir kali makan sushi. Mungkin kalau yang fusion gue bakal nyoba.
Tags: Kuliner, sushi -
February 26th, 2010KulinerKemarin gue jajan di Hoka Hoka Bento Gambir. Makannya di dalam mobil. Sambil menunggu jam 3 in 1 selesai.


Gue pesan Bento Spesial 4 (Rp26.819) dan minumannya es Lemonde (Rp6.364). Sayang gue kelupaan bilang kalau minumannya nggak pakai es batu. Biar lebih banyak isinya. *ogi mode on*
Seharusnya gue nggak makan. Dan lagian gue memang nggak lapar. Apalagi sebenarnya makanan dan minuman ini buat teman yang lagi mengantri tiket buat pulang kampung. Sayang, nggak ketemu sama dia disana. Jadi, daripada kebuang, mending gue makan saja kan. Ha ha ha.

HABIS! Eh masih ada nasinya yang tersisa. Tapi memang sengaja gue nggak makan sebagian nasinya. Diet diet diet!
Tags: gambir, hoka hoka bento -
February 23rd, 2010KulinerTiba-tiba saja gue pengen kwaci. Dan kalau diingat-ingat, gue nggak tahu kapan terakhir gue makan kwaci. Nanti pas pulang, mampir beli kwaci ah.
O iya, barusan gue googling tentang kwaci. Ternyata kwaci bunga matahari itu banyak manfaatnya. Tapi gue nggak terlalu suka sama kwaci yang itu. Gue lebih suka kwaci yang warnanya putih.
Hmm.. dah ah. Nanti saja memilihnya. Bisa nggak selesai-selesai kerjaannya kalau mikir makanan terus.
[sambil ngeblog juga sama saja kan. Nggak akan selesai juga kerjaannya. hahaha]
Tags: kwaci -
February 13th, 2010Kuliner
Sekarang gue lagi googling (sambil makan jeruk). Lagi cari info tentang Pizza Marzano. Semalam sewaktu mendengarkan Cosmopolitan, kedua penyiar radionya sedang melakukan siaran langsung dari salah satu cabang resto pizza ini. Dari omongannya, gue jadi tertarik.Setelah baca beberapa orang yang pernah kesana, kayaknya memuaskan banget resto ini. Menurut gue sih memang harus memuaskan. Soalnya harganya diatas harga di resto-resto pizza sejenis.
Ada satu menu yang benar-benar bikin gue ngiler, bukan menu pizza-nya, namanya Antipasto Di Salmone. Kalau dilihat dari gambarnya, yummy banget! Apalagi gue suka banget salmon. Apalagi yang masih menempel lemak ikannya.

Sebenarnya alasan gue mau kesini karena gue pengen mengajak teman makan disini. Dia ngidam pizza. Dan dia cerita kalau pizza di resto ini enak.
Rencananya akhir Februari gue mau ngajak dia. Kenapa Februari? Karena berbarengan dengan target penurunan berat badan gue. Biar nggak malu-maluin dan sekalian hadiah buat diri gue sendiri karena target tercapai.
Tapi nggak tahu deh. Kalau masalah target menurunkan berat badan, mungkin bisa tercapai. Tapi kalau masalah mengajak dia makan di resto ini, gue nggak berani. Hanya memikirkannya saja sudah bikin deg-degan. Apalagi nanti kalau ketemu, bingung bagaimana harus bersikap.
Bodo amat lah. Sekarang mending giat-giat dahulu diet dan olahraga. Masalah ngajak, dipikirkan belakangan saja. Lagian belum tentu dia mau diajak. Hi hi hi.
Tags: marzano, pizza



Recent Comments