Mano Is Back

Manohara Pinot

Manohara Pinot

Akhirnya, salah satu perempuan yang paling ditunggu di tahun ini (selain Rani Juliani) muncul juga. Kemarin gue melihat wajah Manohara muncul diberbagai stasiun televisi.

Cukup kaget sih pas pertama kali lihat dia muncul di Kabar Petang (tvOne) dan ternyata dia sedang diwawancarai secara langsung. Apalagi setelah mendengar cerita cara dia meloloskan diri dari pengawal kerajaan.

Sepertinya dengan kemunculan Mano di depan publik, berbagai nada miring terhadap Daisy Fajarina (nyokapnya Manohara). Mulai dari dugaan dia menjual anaknya sampai banyak orang yang sebal frekuensi kemunculan dia yang mendominasi berbagai infotainmen.

Sebenarnya sih gue nggak terlalu yakin dengan tuduhan keluarga Manohara kepada pihak kerajaan Kelantan. Karena memang mereka belum menunjukkan bukti apa-apa.

Tapi sayangnya pihak kerajaan Kelantan pun sepertinya menyembunyikan sesuatu. Apalagi ketika Mano masih tinggal di Malaysia, dia nggak diizinkan untuk bertemu dengan nyokapnya. Ini terbukti ketika pihak Malaysia membenarkan kalau nyokap Mano dilarang masuk ke Malaysia.

Padahal kan seandainya tuduhan keluarga Manohara nggak benar, tinggal pertemukan saja mereka. Nggak perlu takut. Kecuali memang ada sesuatu yang busuk yang disembunyikan oleh pihak kerajaan.

Oke, Manohara sudah muncul. Berarti tinggal Rani Juliani nih yang belum.

Beruntung jadi orang Indonesia

Tadi siang gue nonton berita Kabar Siang di tvOne. Ada reporter tvOne yang datang langsung ke Malaysia untuk mewawancarai masyarakat disana mengenai kasus Manohara.

Beberapa orang yang akan diwawancarai, nggak ada satupun yang bersedia. Ada yang kabur. Ada juga yang secara terus terang takut membicarakan hal ini karena bisa ditangkap oleh pemerintah.

Well, Indonesia ternyata nggak buruk-buruk amat. Memang masih banyak masalah yang kita hadapi sebagai orang Indonesia. Tapi mengenai Freedom of Speech, kita lebih maju dari Malaysia. Yeah!

Erin’s Challenge!

Buat yang suka dengan kebudayaan Jepang atau pengen belajar bahasa Jepang, ada acara televisi yang bagus di TVRI. Namanya Erin’s Challenge! I Can Speak Japanese.

Di acara tersebut terbagi menjadi 3 segmen. Yang pertama adalah belajar bahasa Jepang bersama Erin dalam bentuk animasi. Segmen yang kedua adalah mengenai kebudayaan-kebudayaan Jepang. Dan yang terakhir adalah liputan orang-orang asing yang belajar bahasa Jepang

Tumben-tumbenan di TVRI ada acara yang okeh banget. Gue suka banget dengan acara ini. Soalnya gue memang suka dengan yang “berbau-bau” Jepang. Pengen suatu hari bisa pergi kesana. Amin.

Acara ini sendiri merupakan kerjasama antara TVRI dengan Japan Foundation. Jam tayangnya tiap hari Selasa jam 21.30. Pokoke setelah siaran Dunia Dalam Berita.e

Yes Man

Yes Man

Pengen nonton film barunya Jim Carrey, Yes Man. Mungkin hari Sabtu atau Minggu depan deh. Pertama kali lihat trailer-nya di TV, langsung menarik perhatian gue. Kenapa? Karena gue ngerasa, peran yang dimainkan oleh Jim Carrey itu “gue banget”. Jadi pengen tahu apa sih yang akan terjadi seandainya menjawab “ya”. Apakah akan menjadi lebih baik, sama saja atau malah lebih buruk?

Kalau diingat-ingat, sering banget gue bilang “tidak”. Beberapa kali diajak sama teman-teman, dan jawaban gue adalah “males ah”. Ditawarin sesuatu pun gue jawab, “no thanx”. he he he, sombong banget yah. Tapi bukan bermaksud sombong, gue memang orangnya kayak gitu. Tipe-tipe yang senang nyantai di rumah sambil menikmati segelas kopi atau susu (kalau bisa sih susu kacang kedelai).

Tapi itu semua rencananya bakalan berubah. Karena gue merasa hidup gue kok membosankan banget. Apalagi ngelihat foto-foto teman di Facebook. Ah iri rasanya. Dimulai dari tahun baru 2009 kemarin yang kali ini nggak dirumah saja (sambil nonton tv) melainkan jalan-jalan ke Bandung trus dilanjutkan hangout di Monas dan sekitarnya. hehe.

Satu yang pasti, dilarang keras kasih bocoran cerita Yes Man di bagian komen blog ini! Soalnya kan gue belum nonton. he he he.

Judge Dredd Ada Sekuelnya, Oh No

Judge Dredd

Judge Dredd

Barusan baca di detikcom, katanya mau ada sekuel film Judge Dredd! Oh My God!

Seperti detikhot kutip dari Aceshowbiz, Senin (22/12/200, Rebellion dan 2000 AD mengumumkan secara resmi kalau mereka berencana untuk menggarap versi anyar ‘Judge Dredd’. Kali ini Rebellion dan 2000 AD akan menggandeng perusahaan yang merilis film ’28 Weeks Later’, DNA Films.

Hingga saat ini detil soal sekuel ‘Judge Dredd’ itu masih dirahasiakan. Namun rencananya film tersebut akan mulai diproduksi pada 2009. “Kami belum bisa membicarakan lebih lanjut soal detil film ini. Tapi kami sekarang sedang bekerjasama dengan DNA Films untuk membawa kembali ‘Judge Dredd’ ke layar lebar,” ujar Jason Kingsley, CEO dan Direktur Kreatif Rebellion.

Sumber: Detikcom

Duh jadi inget jaman SMP dulu. Kalo nggak salah sih, gue nonton filmnya si Stallone ini jaman-jaman SMP. Nontonnya di Bintaro Plasa. Sumpah, film ini jelek banget! Heran aja bisa sampai ada sekuelnya. Biasanya kan yang dibikin sekuel itu film yang sudah sukses sebelumnya. Dan biasanya pula, seringkali film sekuel nggak sesukses film pertamanya.

Jadi kira-kira bakalan sukses nggak nih? Yang pasti sih, bukan film yang bakalan gue tonton. hehe.

Rush Hour on Indonesia Now

Huaa… ternyata salah satu acara radio talk show favorit gue, Rush Hour (KIS FM), pernah diulas di Indonesia Now (METRO TV) toh. Barusan gue nemu klipnya di Youtube. Senangnya! Bisa ngeliat wajahnya Uncle JC yang super gila, Mimi, Mooncake, dan Dr Apu. Ini dia klipnya:

Dah ah. Mau mandi trus sholat. Bye!

Melamar Dengan Menggunakan Paparazzi

Ilustrasi

Ilustrasi

Ada ide yang menarik banget yang ada di salah satu episode acara RR (Rachel Ray) yang disiarkan oleh Metro TV. Dan langsung berpikiran buat diterapkan nanti seandainya momen itu terjadi sama gue. Pada penasaran kan gue mau ngomong apa?

“Bego lo we! Kan dari judulnya dah ketahuan!”

O iya, bener juga. Tapi yakin deh gue pada belum ngerti apa yang bakalan gue omongin.

Jadi begini, diepisode RR tersebut, ada yang membahas mengenai cara melamar. Salah satunya adalah dengan menyewa seorang paparazzi! Sebenernya bukan paparazi beneran, tapi fotografer yang disewa oleh salah satu pasangan (yang bermaksud untuk melamar). Nah kemudian paparazzi boong-boongan ini bertugas untuk mengikuti dan memfoto (secara diam2) dari awal sampai salah satu pasangan tersebut melakukan aksinya (ngelamar si wanita).

Huheueh… seru yah. Apalagi pas dilihatin hasil foto-fotonya, hanya satu kata komentar gue, ROMANTIS!! Bener-bener bagus euy. Terutama pas momen lamaran itu terjadi. Huhuhu… so kiyut.

Ntar deh kalo dah dapet jodohnya, kayaknya ide ini okeh buat dijalankan.

Next Newer Entries