10 Feb 2010
by Audiin Ekonomi Tags: reksadana
Gara-gara lagi ada gonjang-ganjing di Eropa, gagal deh rencana gue buat mencairkan reksadana. Rencananya akhir Januari kemarin, gue mau menutup akun reksadana di Manulife.
Berarti harus ditunda deh pencairannya. Ya nggak apa-apa deh. Mudah-mudahan saja akhir Februari, performa reksadana gue kembali ke trek semula.
Rencananya pengen dipakai buat bisnis (masih belum tahu bisnis apa) atau dipindah ke reksadana yang syariah.
30 Apr 2009
by Audiin Ekonomi Tags: manulife, redemption letter, reksadana
Akhirnya berhasil juga mencairkan sebagian kecil rekasadana gue yang ada di Manulife. Setelah beberapa minggu yang lalu gagal dicairkan gara-gara KTP gue sudah kadaluarsa. Iseng saja sih mencairkannya. Pengen punya pengalaman nge-redempt reksadana.
Yang dibutuhkan untuk mencairkan reksadana di Manulife ada 3:
- KTP
- Redemption Letter (RL) yang ada di Confirmation Letter
- Surat Pernyataan Redemption
Cara mencairkan reksadana:
- Fax ketiga berkas-berkas tersebut ke 021-2555 7676 (jangan lupa konfirmasi fax juga ya)
- Kirim berkas-berkas asli (Kecuali KTP, yang dikirim berupa fotokopi) ke kantor Manulife Aset Manajemen Indonesia
Selesai. Kelihatannya gampang ya. Memang gampang sih, tapi tadi ada masalah yang bikin capek juga. Soalnya RL yang gue fax, nggak kebaca sama pihak Manulife-nya. Jadi beberapa kali harus mengulang mengirim RL tersebut. Akhirnya gue disaranin untuk memfotokopi RL, terus fotokopian tersebut yang di fax.
Jadi sekarang tinggal menunggu uangnya ditransfer ke rekening tabungan gue. Lama waktu sampai ke rekening gue sih katanya sekitar 5 hari bursa.
Btw, untung juga beberapa minggu yang lalu gue nggak jadi mencairkan Soalnya hari ini IHSG terbang euy. Seandainya kemaren gue mencairkan, NAB-nya 555. Tapi sekarang kayaknya NAB-nya hampir mendekati 700. YES!
15 Dec 2008
by Audiin Ekonomi Tags: dana darurat, dana pendidikan, dana pensiun, Kalkulator, Keuangan

Quantum Magna Financial
Sejak baca artikel-artikel Finance di blognya Priyadi, sedikit-sedikit gue jadi tertarik dan mengerti tentang mengatur keuangan gue. Apalagi sejak di televisi lokal, Jakarta, O Channel ada acara yang namanya Perfect Number dengan narasumber Adil Akbar.
O iya, baru inget, gue pernah nemuin kalkulator buat menghitung keuangan pribadi. Jadi nanti bisa ketahuan, keuangan elo sehat atau nggak. Trus ada juga buat menghitung Uang Pertanggungan (UP) pada asuransi dan lain-lain. Btw, kalkulator ini gue ambil dari situs perusahaannya mbak Ligwina Hananto (financial consultant), Quantum Magna Financial. Berikut ini kalkulatornya:
More
17 May 2008
by Audiin Ekonomi
Keren banget nih artikel tentang asuransi yang ditulis di blog-nya Priyadi. Bener-bener membuka mata gue tentang asuransi. Dari yang dulunya gak tahu sama sekali tentang asuransi, sekarang jadi lumayan punya pengetahuan tentang produk tersebut.
Kayaknya buat yang masih buta tentang asuransi kudu baca artikel ini. Selain bisa tahu tentang manfaatnya asuransi, sekalian bisa menghidari dari kesalahan memilih produk asuransi. Karena saat ini, perusahaan asuransi/agen asuransi sedang giat-giatnya memasarkan produk yang namanya UnitLink. Sebenernya bukan itu yang menjadi masalah, akan tetapi cara mereka melakukan pemasarannya. Banyak informasi yang ditutupi bahkan cenderung dipelintir.
Saat ini, salah satu artikel yang selalu gue kunjungin adalah artikel yang judulnya “Ilusi Finansial“. Ada perdebatan yang lumayan seru. Wong komennya aja hampir menembus 800 buah! Gila banget. Jadi butuh perjuangan juga kalo mo baca artikel beserta komen-komennya. Berat bo’ loading-nya. Tapi it’s worth it lah.
Jadi baca deh artikel-artikel dibawah ini, sekalian baca juga komen-komennya.
01 Mar 2008
by Audiin Ekonomi
Sejak saya memulai investasi di Reksadana, rasa penasaran saya terhadap investasi semakin besar. Saya jadi sering mencari-cari informasi berbagai jenis investasi yang menarik. Dulu saya hanya mengenal Deposito. Setelah itu, saya mengetahui tentang Reksadana dari blog-nya Priyadi dan Nofie Iman. Lalu sekarang ada investasi yang menarik yang resikonya tergolong kecil jika dibandingkan dengan Reksadana, yaitu ORI (Obligasi Ritel Indonesia).
Apa sih itu ORI? ORI itu adalah surat utang yang dikeluarkan oleh pemerintah. Intinya, pemerintah meminjam uang kepada kita. Dulu surat utang pemerintah ini hanya bisa dimiliki oleh perusahaan. Dikarenakan minimal pembeliannya yang sangat besar. Tetapi dengan diluncurkannya ORI, masyarakat bisa memilikinya karena terjangkaunya minimal pembelian.
Cara kerja ORI ini mirip dengan deposito. Anda akan mendapatkan kupon/bunga setiap bulan. Dan cara memilikinya pun sangat mudah. Bawa KTP/SIM, isi formulir dan bayar biaya materai saja.
Perbedaannya adalah ketika anda ingin mencairkannya sebelum masa kontraknya selesai, anda bisa menjualnya ke bursa saham. Yang artinya, ORI anda bisa naik/turun. Tergantung suku bunga Bank Indonesia. Ketika suku bunga BI naik, harga ORI akan turun. Begitu pula sebaliknya.
Baru-baru ini pemerintah mengeluarkan ORI004. Bunganya 9,5% dan jangka waktu kontraknya 4 tahun. ORI004 sudah bisa dipesan sejak tanggal 24 Januari 2008 sampai 6 Maret 2008. Saya dengar, ORI004 ini banyak sekali peminatnya sehingga ada harus cepat jika ingin memilikinya. Karena pemerintah memberikan kuota.
Berikut ini ke-18 agen penjual ORI004:
- Mandiri
- BRI
- Trimegah Sekuritas
- Panin
- BII
- Citibank NA
- NISP
- BNI
- BCA
- Danareksa Sekuritas
- Danamon
- Bank Permata
- Bank Lippo
- Bukopin
- HSBC
- Bank Niaga
- Bank Mega
- Reliance Sekuritas
28 Feb 2008
by Audiin Ekonomi
Banyak kesalahpahaman terhadap NAB (Nilai Aktiva Bersih) suatu reksadana yang dilakukan oleh investor baru. Seperti yang pernah gue lakukan juga. Mereka mengira ketika akan melakukan pembelian/top-up, berpatokan terhadap NAB yang dipublikasikan oleh berbagai media pada hari itu. Padahal NAB yang dipublikasikan itu merupakan NAB kemarin.
Ceritanya begini, seandainya hari ini, Kamis, kita akan melakukan pembelian/top-up (sebelum jam 12.00) maka NAB hari kamis tersebut belum diketahui. Dikarenakan harus menunggu pasar saham selesai. Setelah itu, MI (Manager Investasi) yang mengelola Reksadana kita akan memberikan surat-surat transaksinya kepada Bank Kustodian. Bank Kustodian akan menghitung keuntungan/kerugian dari transaksi tersebut, kemudian baru bisa menentukan besar NAB hari kamis, yang akan diumumkan keesokan harinya (jumat).
Intinya adalah kita tidak akan mengetahui NAB ketika akan melakukan pembelian/top-up. Seandainya kita akan melakukan transaksi sebelum jam 12.00, maka kita akan mendapatkan NAB yang diumumkan keesokan harinya. Sedangkan kalo setelah jam 12.00, maka kita akan mendapatkan NAB yang akan diumumkan besok lusa.
Previous Older Entries
Recent Comments