MOS, Tiadakan Saja!

Heran, kejadian yang sama berulang lagi berulang lagi. Apa sih yang dipikirkan Menteri Pendidikan, Bambang Sudibyo dan juga para guru sehingga kejadian yang sama terulang lagi?

Kali ini yang menjadi korbannya adalah Roy Aditya Perkasa (16), siswa SMAN 16 Surabaya. Dia meninggal ketika sedang mengikuti acara MOS yang diadakan oleh sekolahnya.

Duh, sedih banget bercampur marah melihat nyokapnya Roy yang menangis menyaksikan anaknya yang sudah meninggal di rumah sakit.

Dari yang gue baca di berita online, memang tidak ditemukan adanya kekerasan fisik di tubuh Roy. Tapi hal seperti ini tidak hanya diakibatkan kekerasan fisik. Acara-acara seperti ini kan sangat menguras fisik dan mental. Apalagi mereka yang mengikuti acara seperti ini ditakut-takuti oleh para seniornya seperti yang pernah gue alami.

Bukan karena ada yang meninggal gue anti dengan MOS/OSPEK atau apapun lah namanya. Tapi gue memang benci yang namanya pelecehan ke orang lain atas nama senioritas, seperti yang dilakukan SMK ini. Gue sudah pernah merasakannya, dan rasanya tuh nggak enak! Makanya gue nggak pernah ikut-ikutan.

Tradisi TOLOL yang banyak negatifnya. Seharusnya PEMERINTAH, GURU, ORANG TUA dan MASYARAKAT dengan tegas menolak dan meniadakan acara seperti ini.

Tika and The Dissident

Di acara deklarasi dan pentas musik CICAK di Tugu Proklamasi hari minggu kemarin, ada sebuah band yang baru pertama kali gue dengar. Sebenarnya banyak sih band yang tampil diacara tersebut yang baru gue dengar, tapi band yang satu ini yang gue suka.

Band yang dinamakan Tika and The Dissident, langsung membuat gue suka pas mereka tampil dan menyanyikan lagu yang judulnya “Mayday”. Ada yang pernah dengar?

More