Pengemis Sialan!

Hari jumat kemarin, gue kan Jumatan di Masjid Sunda Kelapa. Dan seperti masjid-masjid pada umumnya, disekitar masjid banyak pengemis (selain tentu saja banyak pedagang juga).

Jadi ceritanya selesai sholat jumat, gue melihat ada pengemis yang terlihat sudah tua. Pengemis tersebut kelihatannya terkena semacam stroke. Kebayang kan bagaimana keadaan pengemis tersebut.

Gara-gara kasihan, gue kasih saja Rp. 1000. Sampai disini, gue nggak merasa ada apa-apa.

Sekonyong-konyongnya, ketika gue sedang iseng berteduh di Taman Suropati, ketemu lah dengan si pengemis itu. Dan ternyata dia itu sehat banget. Masih kelihatan gagah. Dia sedang berjalan kaki menuju ke suatu tempat, entah dimana.

Argg!! Dongkol banget gue. Kena tipu. Langsung keluar sumpah serapah didalam hati. Beneran deh, kayaknya gue memang lebih baik seandainya mau nyumbang, mending lewat masjid atau lembaga sosial lainnya.

***** UPDATE *****

Ternyata kedua orang tersebut adalah orang yang berbeda. Gue minta maaf untuk keduanya.

May Day

Tanggal 1 Mei kemarin diperingati sebagai hari buruh. Biasanya disebut May Day. Dan seperti biasa, pada hari tersebut para buruh melakukan demo.

Demo buruh

Nggak seperti demo buruh di hari buruh tahun-tahun sebelumnya (gue lupa tepat tahunnya), yang sampai rusuh di depan gedung DPR. Demo buruh tahun ini gue lihat aman-terkendali. Gue rasa, peserta demo pun nggak terlalu banyak.

Bahkan gue perhatikan, media pun (stasiun tv) nggak terlalu memberikan perhatian lebih ke demo ini. Perhatian mereka sepertinya terfokus ke Jalan Diponegoro, tepatnya di kantor Hanura. Disana mau diumumkan pencalonan capres-cawapres, JK-Wiranto.

Gue tahu hal ini karena setelah gue meliput (hayah, kayak wartawan aja) demo buruh di Bunderan HI, ketika mau menuju ke Masjid Sunda Kelapa buat sholat Jumat, gue melihat banyak banget mobil-mobil stasiun tv parkir didepan kantor Hanura. Dan memang terlihat sangat ramai disana.

Salah satu organisasi yang berdemo

Ok, kembali ke demo buruh. Ada banyak organisasi yang demo pada hari itu. Gue sendiri rencananya mau sok-sok-an jadi wartawan dengan mencatat apa yang mereka omongin dan juga siapa saja organisasi yang ikut demo. Tapi gila, cuacanya panas banget. Plus, gue lagi batuk dan pilek. Akhirnya gue memutuskan untuk foto-foto saja. hehe.

Rencananya, mereka berkumpul dulu di Bunderan HI, terus melakukan sholat Jumat disana juga (pasti macet nih), sehabis itu mereka menuju ke Istana Negara.

Dan para wartawan pun beraksi..

Btw, gue ketemu teman kuliah tuh disana. Namanya Ferry. Kayaknya dia jadi wartawan di Koran Tempo. Soalnya gue pernah lihat dia (kayaknya) ikut tes penerimaan di Koran Tempo. Tapi sepertinya dia nggak mengenali gue. Ya sudah, gue cuekin juga.