Selamat Tahun Baru 1430 H

Selamat Tahun Baru Hijriah

Selamat tahun baru! Sejujurnya, nggak berasa kalau hari ini adalah tahun baru 1430 Hijriah. Soalnya tahun baru kali ini berdekatan dengan tahun baru 2009 Masehi. Apalagi tahun baru (Masehi) kali gue punya rencana yang membuat gue menunggu-nunggu hari H tersebut. Jadi tahun baru kali ini gue nggak dirumah. Hore!

Apa sih tahun Hijriah?

Yang gue tahu, tadinya, tahun Hijriah adalah peristiwa ketika Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah yang kemudian dijadikan patokan tahun pertama perhitungan Kalender Hijriah. Dan tadi gue iseng-iseng browsing ke Wikipedia dan menemukan info yang baru buat gue. Tapi mungkin kalian sudah tahu. Ternyata Kalender Hijriah itu perhitungannya berdasarkan peredaran bulan. Kalau Masehi kan berdasarkan peredaran matahari. Kalau tahun Hijriah berjumlah 354 hari sedangkan Masehi 365 hari. Makanya, ketika kalender di rumah menggunakan kalender Masehi, terlihat sepertinya hari-hari besar seperti Idul Fitri, Idul Adha, Tahun Baru dan lain-lain sepertinya berpindah-pindah terus.

Geram

Tapi tahun baru kali ini nggak terlalu bikin gue senang. Tadinya sih senang banget. Gara-garanya nonton berita di Metro TV yang berisikan gambar-gambar hasil serangan Israel ke Jalur Gaza, Palestina. Yang bikin gue shock adalah ketika diperlihatkan gambar sebuah kantor polisi sehabis di bom, di halaman luarnya bergelimpangan polisi-polisi Palestina. Ada polisi yang kakinya terpisah. Trus ada polisi yang tergeletak dan masih sempat mengucapkan 2 kalimat syahadat. Bikin gue marah dan sedih.

Duh bingung juga mau nulis apa. Yang pasti sih gue sangat nggak setuju banget, APAPUN ALASANNYA, melakukan tindakan yang mengakibatkan orang-orang yang nggak berdosa menjadi korbannya. Dan ketidak setujuan ini nggak hanya kepada peristiwa ini saja tapi juga apa yang telah dilakukan oleh Hamas dengan rudal-rudalnya.

Yang pasti, rencananya gue mau nyumbang uang. Mungkin ke salah satu organisasi, seperti Mer-C, Kispa atau Bulan Sabit Merah. Tapi kayaknya sih ke Mer-C. Setidaknya ini yang bisa gue lakukan sebagai sesama manusia dan sesama saudara muslim.

Monas

Monas

Sehabis memesan tiket kereta Parahyangan di Gambir, rencananya sih langsung pulang. Tapi pas lagi jalan, gue liat Monas lagi ramai banget. Hmm.. kayaknya nggak ada salahnya masuk ke dalam sekaligus ngambil beberapa gambar. Lagian lewat Monas bisa juga menuju ke terminal busway.

Ternyata Monas sudah jauh lebih bagus. Sudah rapi dan cantik. Banyak pohon-pohon. Ada juga kolam. Sebenarnya sudah sering lihat dari luar. Tapi beda banget kalau lihatnya dari dalam. O iya, berhubung lumayan luas wilayahnya, disediakan juga mobil gandeng. Dan gratis. Sebenarnya tadinya gue kira harus bayar. Tapi gue lihat di tv, setelah dari Monas, bahwa untuk menggunakan bis itu nggak bayar. Pantes aja, gue nggak lihat loketnya. hehe.

Wow antriannya! Kaget gue pas sampai didepan monumennya ngeliat antrian orang yang mau masuk dan naik keatas. Kalo diingat-ingat, kayaknya gue nggak pernah naik keatas deh. Mungkin lain kali. Ternyata Monas masih ada dan bahkan banyak peminatnya. Nggak seperti yang gue kira sebelumnya.

Kapan ya terakhir kali gue ke Monas? Kalau nggak salah sih, terakhir kali kesana sewaktu masih SD. Wah dah lama juga. Btw dulu di Monas ada Taman Ria Monas. Tahu? Jadi kayak Ancol gitu. Banyak mainan kayak Boom Boom Car, Komedi Putar dll. Cuman kayaknya gara-gara kalah bersaing sama Ancol akhirnya tutup.

Kira-kira, ada nggak yah orang Jakarta yang sampai sekarang belum pernah ke Monas? hehe.

Mobil Gandeng Gratis

Kolam Monas