ORI
01 Mar 2008 2 Comments
in Ekonomi
Sejak saya memulai investasi di Reksadana, rasa penasaran saya terhadap investasi semakin besar. Saya jadi sering mencari-cari informasi berbagai jenis investasi yang menarik. Dulu saya hanya mengenal Deposito. Setelah itu, saya mengetahui tentang Reksadana dari blog-nya Priyadi dan Nofie Iman. Lalu sekarang ada investasi yang menarik yang resikonya tergolong kecil jika dibandingkan dengan Reksadana, yaitu ORI (Obligasi Ritel Indonesia).
Apa sih itu ORI? ORI itu adalah surat utang yang dikeluarkan oleh pemerintah. Intinya, pemerintah meminjam uang kepada kita. Dulu surat utang pemerintah ini hanya bisa dimiliki oleh perusahaan. Dikarenakan minimal pembeliannya yang sangat besar. Tetapi dengan diluncurkannya ORI, masyarakat bisa memilikinya karena terjangkaunya minimal pembelian.
Cara kerja ORI ini mirip dengan deposito. Anda akan mendapatkan kupon/bunga setiap bulan. Dan cara memilikinya pun sangat mudah. Bawa KTP/SIM, isi formulir dan bayar biaya materai saja.
Perbedaannya adalah ketika anda ingin mencairkannya sebelum masa kontraknya selesai, anda bisa menjualnya ke bursa saham. Yang artinya, ORI anda bisa naik/turun. Tergantung suku bunga Bank Indonesia. Ketika suku bunga BI naik, harga ORI akan turun. Begitu pula sebaliknya.
Baru-baru ini pemerintah mengeluarkan ORI004. Bunganya 9,5% dan jangka waktu kontraknya 4 tahun. ORI004 sudah bisa dipesan sejak tanggal 24 Januari 2008 sampai 6 Maret 2008. Saya dengar, ORI004 ini banyak sekali peminatnya sehingga ada harus cepat jika ingin memilikinya. Karena pemerintah memberikan kuota.
Berikut ini ke-18 agen penjual ORI004:
- Mandiri
- BRI
- Trimegah Sekuritas
- Panin
- BII
- Citibank NA
- NISP
- BNI
- BCA
- Danareksa Sekuritas
- Danamon
- Bank Permata
- Bank Lippo
- Bukopin
- HSBC
- Bank Niaga
- Bank Mega
- Reliance Sekuritas

Recent Comments