• scissors
    February 28th, 2008AudiEkonomi

    Banyak kesalahpahaman terhadap NAB (Nilai Aktiva Bersih) suatu reksadana yang dilakukan oleh investor baru. Seperti yang pernah gue lakukan juga. Mereka mengira ketika akan melakukan pembelian/top-up, berpatokan terhadap NAB yang dipublikasikan oleh berbagai media pada hari itu. Padahal NAB yang dipublikasikan itu merupakan NAB kemarin.

    Ceritanya begini, seandainya hari ini, Kamis, kita akan melakukan pembelian/top-up (sebelum jam 12.00) maka NAB hari kamis tersebut belum diketahui. Dikarenakan harus menunggu pasar saham selesai. Setelah itu, MI (Manager Investasi) yang mengelola Reksadana kita akan memberikan surat-surat transaksinya kepada Bank Kustodian. Bank Kustodian akan menghitung keuntungan/kerugian dari transaksi tersebut, kemudian baru bisa menentukan besar NAB hari kamis, yang akan diumumkan keesokan harinya (jumat).

    Intinya adalah kita tidak akan mengetahui NAB ketika akan melakukan pembelian/top-up. Seandainya kita akan melakukan transaksi sebelum jam 12.00, maka kita akan mendapatkan NAB yang diumumkan keesokan harinya. Sedangkan kalo setelah jam 12.00, maka kita akan mendapatkan NAB yang akan diumumkan besok lusa.

  • scissors
    February 28th, 2008AudiEkonomi

    Inilah yang menjadi alasan gue, kenapa lebih milih RDS (Reksadana Saham) daripada RDC (Reksadana Campuran).

    Grafik Reksadana

    Perhatiin deh grafik diatas. Terlihat bahwa ketika ketika indeks jatuh, baik RDS maupun RDC mengalami besar penurunan yang nyaris sama. Tapi ketika indeks naik, return RDS jauh meninggalkan RDC.

    Padahal orang yang memilih RDC, kebanyakan adalah orang yang menginginkan resiko yang lebih rendah daripada RDS. Tapi ternyata resiko yang ada di RDC nyaris sama dengan RDS sedangkan return-nya jauh berbeda.

    So, gue pilih Reksadana Saham!

  • scissors
    February 22nd, 2008AudiKomputer

    HORE!!

    Akhirnya bisa juga ber-internet di laptop via ponsel Sony Ericsson K510i. Nggak sia-sia deh belinya. Soalnya selain gara-gara Samsung R220 gue emang udah rusak, gue pengen bisa ngenet pake ponsel.

    Sempet bete karena gagal mulu tiap mau konek. Padahal kayaknya settingannya udah bener (secara manual). Trus gue baca, bisa juga disetting secara otomatis lewat SMS ke 3939 (IM3). Formatnya GPRS<spasi>MerkHP<spasi>TipeHP. Tapi gak tahu kenapa, pas dapet SMS, disuruh masukin passcode. Lho kok minta passcode? Nah disini gagalnya, gue nggak tahu passcode-nya.

    Akhirnya ketemu juga caranya. Yaitu dengan memadukan panduan dari 2 blog. Yang pertama adalah cara mengaktifkan GPRS(WAP) bisa dapet di blognya mumtazanas. Dan yang kedua adalah mengatur settingan yang ada di Laptop yang bisa diliat di blognya dehagoblog.

    Yang enaknya lagi, berhubung gue pake IM3, bisa milih cara penghitungannya. Mau pake time base atau volume base.

    Tahapannya:

    1. Aktifkan dulu GPRS(WAP) lewat websitenya Sony Ericsson. Ikutin aja langkah-langkahnya. Nanti elo bakalan dikirimin SMS yang menanyakan apakah anda mau meng-install settingan tersebut. Pilih YES.
    2. Jalanin PC Suite Sony Ericsson. (cara install-nya ada di buku manual)
    3. Klik mobile connection wizard dan isi sesuai dengan kartu elo.
    4. Abis itu klik Connect

    Settingan IM3
    Name: “terserah elo”
    APN: www.indosat-m3.net
    Username: indosat@durasi
    Password: indosat@durasi

    nb= Ubah username dan password jadi “indosat” seandainya pengen perhitungan biayanya volume based